Explorasi 2019 hari ke-3

Hari ke-3

Duk,duk,duk, pagi-pagi pukul 03.59 kami terbangun mendengar suara bu Eti yang sedang beres-beres rumah. Seusai bangun tidur kami melipat sleeping bag dulu. Aku selalu saja gagal melipatnya, hal tersebut malah membuang-buang waktu hingga membuat kami telat berangkat ke saung untuk refleksi.

Setelah selesai shalat kami berangkat ke saung untuk refleksi. Kami menjadi regu paling telat datang karena ‘gagal melipat sleeping bag berkali-kali’.
Setelah refleksi kami kembali ke rumah bu Eti untuk sarapan. Tercium aroma gorengan yang rasanya manis dari dapur yaitu pisang goreng, pisang goreng buatan ibu Eti sangatlah lezat jadi kami hanya sarapan pisang goreng.
Selesai sarapan kami lanjutkan dengan tilawah surat an-naba, setiap orang 5 ayat berganti giliran.
Setelah tilawah  kami seregu mengerjakan log book bersama sambil tiduran di teras rumah bu Eti. Kami juga iseng mencorat-coret ubin rumah bu Eti dengan pensil tapi setelah itu kami hapus lagi.

Seperti biasa, aku dan Kayyisha bermain kartu lagi, kali ini kami bermain di dekat tebing sambil melihat pemandangan hutan-hutan, desa-desa dan awan-awan. Tebingnya lumayan dekat dengan saung jadi masih ada kakak-kakak mentor yang mengawasi.


Bermain di rumah pak Ondin
“Kita balik ke rumah bu Eti yuk!“ ajakku pada Kayyisha, ditengah-tengah perjalanan pulang kami bertemu Vacha teman kami sedang buru-buru mengambil barang, lalu aku tanya “Eh, teman-teman yang lain pada kemana sih?“
“Lagi pada minum air kelapa di rumah inang regu leo“ jawabnya.
Aku dan Kayyisha langsung berlari kesana, takut kehabisan air kelapa. Kami bertemu regu taurus, leo, pisces, libra, aquarius dan azalea (Indri dan Titan) di rumah pak Ondin ayah inang regu leo mereka sedang meminum air kelapa dari batoknya, untungnya aku dan Kayyisha masih kebagian air kelapa, entah kenapa air kelapa yang kami minum rasanya kayak ada sodanya, tapi enak juga sih setelah kenyang air kelapa kami bermain kartu UNO dengan regu-regu yang tadi minum kelapa bersama kami, kami lesehan di taman rumah pak Ondin dengan pepohonan yang rimbun dan angin semilir, membuat kami betah disana.

Kegiatan yang diadakan kakak mentor hari ini adalah menanam pohon di hutan dekat saung sebagai kenang-kenangan. Kata Kak Andit,  “Menanam pohon adalah kenan-kenangan yang long lasting“. Reguku menanam pohon mangga dan durian. Kami jadi belajar mengetahui penggunaan peralatan menanam. Disaat kami baru selesai menanam hujan pun turun, akhirnya kami lanjutkan dengan bermain hujan. sandal-sandal tebal dengan tanah membuat kami jadi malas jalan-jalan keman-mana. Akhirnya kami kembali ke rumah pak Ondin untuk bermain kartu lagi, rumah pak Ondin sangatlah seru untuk digunakan sebagai tempat bermain, luas dan sejuk.

Langit menunjukan waktu mahgrib, aku dan reguku segera kembali ke rumah bu Eti untuk mandi, shalat dan makan malam bersama melanjutkan “Sesi curhat“ sehari sebelumnya. Lalu berangkat Ke saung untuk refleksi dengan kakak mentor. Kami diberi tahu bahwa akan ada pentas kecil untuk warga kampung Zuhud yang diadakan oleh kakak mentor besok malam. Kami memilih bernyanyi untuk pentas tersebut, lagu yang kami pilih berjudul “Laskar pelangi“ jadi malam itu kami latihan menyanyi di rumah bu Eti.

 sebelum tidur kami ditugaskan oleh kakak mentor untuk mengerjakan log book. Sambil mengerjakan kami memakan cemilan yang ada dimeja ruang tamu bu Eti, sampai seperempat toples besar, lalu tertidur pulas di dalam sleeping bag.

Komentar